Polda Lampung Sita Obat Sirop Bagi Anak dan Dikembalikan Ke Distributor

(Madukara.com) Bandar Lampung, Lampung – Direktorat Narkoba Polda melakukan pemantauan langsung ke sejumlah apotek di wilayah Lampung terkait larangan pemerintah dalam penggunaan obat sirop anak. Larangan penggunaan obat sirop karena efek dari obat tersebut bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Direktorat Narkoba Polda Lampung, Kombes Aris Supriyono mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke apotek di wilayah Lampung sejak pemerintah melarang penggunaan obat sirop. Pemantauan dilakukan dengan mendatangi ke beberapa apotek diantaranya Apotek Arum, di depan Terminal Kemiling Bandar Lampung.

“Pemilik apotek menjual obat Paracetamol sirup 12 botol, Unibebi Cough 15 botol, namun sejak pemerintah memberikan himbauan agar tidak lagi menggunakan obat syrup karena efek dari obat tersebut bisa mengakibatkan gagal ginjal. Seluruh obat sirop itu sudah kami amankan,” kata Kombes Aris Supriyono, Minggu (23/10/2022).

Kombes Aris menjelaskan, bahwa pada hari Sabtu ( 22/10/2022) jam 19.30 WIB mengamankan obat Termorex sirop 5 botol, Unibebi Courgh sirop 12 botol, Unibebi demam 6 botol di Apotek Alfa Kemiling, Bandar Lampung.

Selanjutnya pada Sabtu tgl (22/10/2022) pukul 20.30 WIB, petugas mengamankan Termorex sirup 6 botol dan Unibebi Courgh sirup 6 botol dari Apotek Intan Jaya di Jalan Cik Ditiro Bandar Lampung.

“Seluruh obat sirop yang kita amankan sudah diserahkan ke distributor UDC (Unit Doco Sitas) dan distributor PBF (Pedagang Besar Farmasi) untuk ditarik dari peredaran,” jelas Kombes Aris.

Kombes Aris menambahkan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai betul betul obat yang dilarang tidak beredar lagi. Ia pun memerintahkan seluruh jajaran kasat narkoba di jajaran Polda Lampung untuk melakukan hal yang sama.

“Kita akan terus melakukan pemantauan kepada apotek di seluruh Lampung agar pemilik tidak lagi menjual obat syrup dan segera mengembalikan kepada distributor,” paparnya.

Diketahui, dalam beberapa minggu terakhir ini, di Indonesia banyak ditemukan kasus penyakit gagal ginjal yang dialami anak-anak bahkan merenggut nyawa. Dari data yang diperoleh sampai saat ini tercatat 206 anak di 20 Provinsi mengalami gagal ginjal akut dan sebanyak 99 anak meninggal dunia ada 2 anak di Bandar Lampung yang juga mengalami gagal ginjal. (rgr)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed