Polda Lampung Amankan Pelaku Mafia Tanah, Tipu 6 Kades Hingga Milyaran Rupiah

(Madukara.com) Bandar Lampung, Lampung – Aparat Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung membongkar sindikat mafia tanah di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Para tersangka menipu 6 orang kepala desa dengan kerugian hingga miliaran rupiah.

Adapun ketiga tersangka tersebut berinisial IS, AR, dan satu orang tersangka lainnya yakni C sudah meninggal dunia. Ketiganya merupakan warga kabupaten Pesawaran. Ketiganya dilaporkan oleh 6 kepala desa di kecamatan Jati Agung, kabupaten Lampung Selatan atas kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp1.064.000.000 (Satu Milyar enam puluh empat juta rupiah).

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Dodon Priyambodo menjelaskan, ada enam kepala desa yang tertipu diantaranya Desa Sumber Jaya dijabat Kades saat itu Asep Sudarmansyah, Desa Sinar Rejeki dengan Kades Paryanto, Desa Margo Lestari Kades Sonjaya, Desa Puwotani Kades Sutrisno, Desa Karangrejo Kades Periode, dan Desa Sidoharjo Kades Sukarji.

Keenam kepala desa tersebut dijanjikan pelaku akan di bantu membebaskan lahan kawasan hutan Register 40 Gedong Wani di kecamatan Jati Agung, kabupaten Lampung Selatan menjadi hak milik.

“Enam kepala desa ini memberikan uang senilai Rp1.064.000.000 kepada tersangka. SK pembebasan lahan dijanjikan akan diberikan pada akhir 2018, namun SK tersebut tidak kunjung diberikan dan keenam korban ini melaporkan ke Polda Lampung,” kata Dodon Priyambodo saat Konferensi Pers di Mapolda Lampung, Rabu (20/4/2022).

Dodon menambahkan, kasus ini mencuat sekitar tahun 2018 lalu. Dimana para tersangka ini modusnya datang ke kepala desa itu mempunyai orang dalam di Kementerian Kehutanan. Agar kepengurusan itu lancar, ketiganya pun meminta syarat kepada enam kepala desa itu. Untuk iuran sejumlah uang. Bila uang tersebut telah terkumpul mereka dijanjikan SK pelepasan itu bisa terbit.

“Modus yang digunakan para tersangka adalah dengan mengaku memiliki orang dekat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bisa membantu membebaskan kawasan hutan register 40 Gedong Wani menjadi tanah hak milik,” ungkapnya.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku, menyetorkan uang tersebut kepada oknum dinas Kehutanan. “Tentunya kita masih melakukan pendalaman lagi untuk menetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dalam hal ini, tambah Dodon, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. (rls/rgr)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed