KPAI Turun Tangan Dalam Menangani 36 Korban Asusila Seksual di Lampung Tengah

Lampung Tengah, Lampung – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beserta dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, turun langsung untuk menangani kasus asusila seksual lewat video call seks di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

KPAI melakukan pertemuan dengan 36 orang wali murid yang menjadi korban asusila seksual di aula Sekolah Dasar Negeri 2 Bandar Agung. Dalam pertemuan itu, KPAI memberikan pemahaman agar nantinya kasus seperti ini tidak terulang kembali.

Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah mengatakan kedatangannya untuk memastikan proses rehabilitasi terhadap para korban asusila seksual berjalan dengan baik. Sehingga rehabilitasi dan intervensi yang dilakukan sesuai dengan situasi, kondisi, tumbuh kembang dan apa yang telah dialami oleh para korban.

“Rehabilitasi menjadi kata kunci dalam kasus ini. Sehingga kita ingin mengetahui sejauh mana proses perlindungan rehabilitasi ini berjalan. Sebagaimana kita tahu anak-anak yang menjadi korban mungkin diantaranya hanya menyaksikan,” kata Ai Maryati Solihah, Jumat (24/2/2023).

Ai Maryati Solihah menilai perlunya sekolah ramah anak yang diterapkan untuk mencegah terjadi tindakan serupa dikemudian hari. Sekolah ramah anak harus terbebas dari kekerasan fisik dan nonfisik terhadap siswa, termasuk bebas dari pornografi dan pornoaksi.

“Benar ini tidak terjadi di sekolah, tapi dengan jumlah mencapai 36 orang anak harus menjadi perhatian bagi kita agar tidak terjadi di masa datang. Dalam hal ini sekolah harus proaktif untuk mengawasi anak-anak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kedatangannya bersama Inspektorat Jenderal Kemendikbud Ristek untuk memberikan dukungan orang tua yang anaknya menjadi korban asusila. Rapat ini untuk menangani kasus asusila seksual sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi dan korban yang terdampak bisa dipulihkan.

“Ruang lingkup pendidikan ini menjadi pioner atas pencegahan. Tetapi juga ketika sudah terjadi, mereka mendorong untuk penyelesaian serta ada perbaikan. Nah, ranah ini KPAI harus awasi, perbaikannya model apa,” bebernya.

Diketahui, Polres Lampung Tengah, membongkar jaringan asusila seksual terhadap anak. Pelaku bernama Robiansyah (31 tahun) warga Lahat, Sumatera Selatan, melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak setelah mendapatkan nomor korban dari grup aplikasi pesan WhatsApp.

Modus pelaku yakni mencari target korbanya melalui media sosial. Setelah mendapat nomor WhatsApp, pelaku mengajak korban untuk melakukan panggilan video call. Setelah itu, pelaku merayu korbanya untuk membuka baju dan celana untuk menunjukan alat kelamin, serta pelaku juga menunjukan alat kelaminya lewat video call tersebut.

Dari pengakuan pelaku, ia sudah lama melakukan aksi bejat ini yaitu dari bulan Juni tahun 2022 lalu. Bahkan yang ia ajak untuk melakukan video call bugil tersebut bukan hanya ada di Kabupaten Lampung Tengah, melainkan ada korban di provinsi lain. (rgr)

(Visited 27 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed